M. Barqus Salam (founder MCP Academy)
Penyelenggaraan wisuda disetiap jenjang pendidikan telah menjadi
budaya yang sudah mengakar meskipun menjadi kontroversial di masyarakat
terkhusus wisuda yang diselanggarakan pada jenjang pendidikan sekolah. Sebagian masyarakat berasumsi
bahwa prosesi wisuda di sekolah kurang sesuai dengan kebutuhan siswa dan hanya jenjang pendidikan tinggi yang pantas
menyelenggarakan wisuda.
Penyelenggaraan wisuda pada jenjang pendidikan
sekolah mengalami beberapa inovasi dan kreatifitas sesuai dengan perkembangan
zaman dari tahun ketahun, yang pada mulanya untuk menutup kegiatan kelulusan
siswa biasanya dikemas sederhana dengan perpisahan antar guru dan siswa,
silaturahim wali murid dengan dewan guru
sampai dengan penganugrahan prestasi kepada siswa, kini mengalami
penambahan rangkaian kegiatan layaknya gelar wisuda di pergutuan tinggi yang
identik dengan kostum resmi dan kegiatan pemindahan toga calon wisudawan atau
dengan simbol-simbol yang lain, bahkan tidak hanya itu wisuda juga marak
diselenggarakan berdasarkan program sekolah seperti halnya wisuda tahfid
Al-Quran dan program-program yang lainnya.
Kegiatan wisuda di sekolah tidak bisa dipungkiri
akan menambah anggaran biaya, sebagian orang tua merasa keberatan jika menambah
biaya tambahan untuk kegiatan tersebut, meskipun tidak semua sekolah
membebankan kepada wali murid. Disisi yang lain kegiatan wisuda dianggap menjadi
momentum yang penting dan memberi kesan tersendiri bagi orang tua dan siswa.
Merespon fenomena tersebut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menegaskan tidak mewajibkan
penyelenggaraan kegiatan wisuda sekolah sebagai ajang pelepasan peserta didik
yang lulus. Hal tersebut disampaikan melalui Surat Edaran Sekretaris Jenderal
Kemendikbudristek Nomor 14 Tahun 2023. Dalam surat edaran tersebut, dapat
difahami kegiatan wisuda sekolah bukan merupakan kegiatan yang harus diselenggarakan,
karena jika diharuskan maka sudah tentu akan memberatkan orang tua.
Urgensi
Gelar Wisuda di Sekolah
Penyelenggaraan wisuda merupakan upaya apresiasi dari sekolah
terhadap kelulusan siswa yang mempertimbangkan beberapa aspek dalam penyelenggaraannya
sehingga disetiap jenjang pendidikan memiliki aspek penting yang diharapkan
akan menjadi momentum bagi segenap
keluarga sekolah dalam mengahiri kegiatan pembelajaran.
Pada jejang pendidikan anak usia dini gelar wisuda bukan sebagai
bentuk untuk mendapatkan pengakuan karena anak usia dini yang dibutuhkan bukan
pada pengakuan akan tetapi penggalian bakat dan minat serta menarik perhatian orangtua akan
perkebangan anaknya, sehingga acara wisuda lebih kepada penampilan-penampilan atas
pencapaian mereka seperti halnya dalam
pencapaian membaca atau menghafal Al-Quran, bernyanyi, dan mempragakan
alat music serta tarian dalam sebuah karya seni di
atas panggung.
Pada jenjang pendidikan dasar wisuda dapat dijadikan momentum
pencapaian anak selama enam tahun, jenjang dan termin waktu paling lama dalam
tingkatan pendidikan, maka dapat dijadikan sebuah kesan yang memberikan
memorial bahwa mereka sudah berhasil melewati pendidikan selama di sekolah
dengan baik dan juga memberikan kesan penghargaan pada siswa, mereka akan
merasa lebih dihargai pada momentum tersebut sehingga akan menumbuhkan motivasi
untuk melanjutkan proses belajar pada jenjang berikutnya.
Pada pendidikan sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas
gelar wisuda menjadi salah satu bagian resepsi dibuat untuk memberikan
pengakuan atas pencapaian siswa selama di sekolah, kegiatan bersifat hampir
sama dengan jenjang sebelumnya hanya lebih menambah pengkuan dan motivasi yang
lebih kepada siswa, mengingat siswa pada
jenjang ini merupakan remaja yang menuju dewasa, sehingga mereka akan paham
betul akan pentingnya pengakuan dari sebuah lembaga bagi mereka.
Kegiatan wisuda yang diselenggarakan harus diakui mempunyai sisi
penting yang berdampak positif
diantaranya, memeberikan ikatan batin antara siswa, wali murid dan pihak
sekolah, menumbuhkan kepercayaan diri, memberikan penghargaan kepada siswa
serta menumbuhkan motivasi kepada siswa dalam melanjutkan proses pendidikan
pada tahap berikutnya.
Refleksi
Gelar Wisuda di Sekolah
Pendidikan merupakan proses yang harus dilalui sebagai sarana transformasi untuk tumbuh kembangnya pengetahuan peserta didik, sikap dan
tindakan yang lebih baik dari sebelumnya. Dalam proses pendidikan tentu orang
tua mendukung penuh kepada anaknya dalam berproses di
sekolah dengan meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan biaya. Orang tua akan
bangga manakalah melihat anaknya tumbuh menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Sekolahan adalah tempat belajar yang memberikan fasilitas program
pengembangan siswa, melalui program-program pembelajaran yang diterapkan di
kelas ataupun di luar kelas yang dilaksanakan oleh guru dan perangkatnya,
sekolahan mempunyai tanggung jawab yang besar kepada wali murid, yang mana wali
murid mempercayakan sepenuhnya kepada sekolah.
Gelar wisuda adalah kegiatan pelepasan siswa setelah menempuh
pendidikan artinya pihak sekolah mengembalikan siswanya secara formal ke
orang tua dengan harapan menjadi anak yang lebih baik dari sebelumnya. Tentu tidak
ada pendidikan yang sempurna yang ada hanya berupaya menjadi yang sempurna.
Wisuda menggambarkan perasaan bahagia dan haru. Harapan-harapan
yang baik terlantun disetiap doa pada penutupan wisuda. Wisudawan dapat
menengok kembali usaha dan perjuangan yang telah dilewati selama beberapa tahun
dan merayakan perjuangan yang juga dapat diartikan sebagai pengingat bahwa
bagian kehidupan setelahnya merupakan titik balik seseorang untuk lebih banyak
berjuang dan menghadapi hal-hal yang benar-benar baru, baik itu dalam rangka
berkontribusi mengamalkan ilmu pengetahuan yang telah didapat atau mengejar
cita-cita yang yang menjadi tujuan.
Bagi orang tua tentu tidak kemudiam berpangku tangan orang tua
memiliki tanggung jawab kepada anak sampai anak dianggap benar-benar dapat
menjalani kehidupan secara mandiri. Orang tua harus selalu mendukung dan mengarahkan
anak kepada tahap kehidupan yang tepat.
Menjadi orang tua memang harus memfasilitasi anak dalam segala halnya, terutama
dalam urusan pendidikan. Seringkali orangtua mungkin tidak memiliki
pertimbangan yang matang dalam menentukan sekolah yang cocok untuk anak, Tentunya
dalam memilih sekolah untuk anak tidak bisa dilakukan secara sembarangan, sebab
akan sangat menentukan tumbuh kembang dan proses belajar yang akan dilalui.
Bagi siswa harus mulai mempunyai target,
karena tanpa target hidup akan seperti mengalir begitu saja, kehidupan ini
bukan seperti ikan mati yang ikut dalam arus dan bisa jadi kita malah meraih
apa yang dibawah kemampuan kita karena kita tidak memulainya dengan memasang
target sesuai kemampuan.
Kegiatan
wisuda di sekolah baik untuk tetap diselenggarakan akan tetapi perlu bagi
lembaga pendidikan untuk introspeksi agar lebih bersikap bijaksana dan
proporsional dalam meperhatikan efisiensi,
efektifitas dan relavansinya, mepertimbangkan aspek inti tujuan pendidikan agar
tidak terlena dengan resepsi yang bersifat seremonial akan tetapi menjadi lembaga
yang mepunyai tanggung jawab untuk membentuk
pribadi siswa yang memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri,
kecerdasan, akhlaq mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat
bangsa dan negara.